PSBG BENGKEL ILMU

April 21, 2010

Semangat Keberlangsungan PSBG dengan Parade Pelatihan Guru

Filed under: Cerita Sukses — Ms. Resty @ 5:25 pm
Tags: ,

Kerja sama DBE khususnya DBE2 dengan PSBG akan segera berakhir. Lalu bagaimana keberlangsungan PSBG?

Berikut  ada sejumlah kegiatan di tengah masa transisi :

Kegiatan ini dilaksanakan di PSBG Bengkel Ilmu  yang berlokasi di SDN Sukasari 4  jl. Perintis Kemerdekaan no. 49 kecamatan Tangerang Kota Tangerang Banten

1. Oktober 2009

Pelatihan APM APG



- peserta 25 orang guru SD dan MI  di wilayah gugus 3 kecamatan Tangerang kota Tangerang-Banten

- Nara sumber: Mbak Rose ,  DLC Bp. H. Iman dan MTT ibu Dra. Hj. E Kustini

2. Januari 2010

Pelatihan IAI (Intruksi Audio Interaktif)


- peserta 60 orang guru TK di kecamatan Tangerang kota Tangerang-Banten

- Narasumber DBE2 JKT, Mbak Rose, H. Iman, Bp. Edih, MTT ; Ibu Hj. E. Kustini, Bp. Drs. Cahyani Mulyadi dan  para Pengawas di kecamatan Tangerang

3. Januari 2010

Pelatihan APM & APG

- Roll out  di gugus non binaan DBE2  di wilayah kecamatan Tangerang kota Tangerang Banten

- peserta guru SD & MI

- Narasumber DBE2 ; Mbak Rose, H. Iman,  MTT ; Ibu Hj. E. Kustini, Bp. Drs. Cahyani Mulyadi dan  para Pengawas di kecamatan Tangerang

4. Februari2010

Pelatihan Classroom Reading Program

- peserta 28 guru SD di wilayah gugus 3 kecamatan Tangerang kota Tangerang Banten

- Narasumber MTT; Ibu Dra. Hj. E. Kustini dan guru pemandu Ibu Yuniar Ali, S.Pd

Maret 2, 2010

Mind Mapping

Filed under: Kegiatan Belajar Mengajar — Ms. Resty @ 2:34 pm
Tags:

Hari ini kami belajar bahasa Indonesia . Pelajaran dimulai dengan menyanyikan lagu ‘Bapak Tani Punya Kandang’. Lagu itu sudah familiar di telinga kami karena merupakan salah satu lagu favorit anak-anak kelas 2. Selanjutnya bu guru menjelaskan tujuan belajar kali ini. Bu guru berkata, “Anak-anak Setelah ini, ibu harap kalian dapat mendeskripsikan binatang yaitu dengan cara menjelaskan ciri-cirinya.”

Kemudian bu guru menempelkan sebuah gambar binatang di papan tulis. Serentak kami semua berteriak-teriak menyebutkan nama binatangnya. Bu guru meredakan kegaduhan dengan cara terus saja menggambar lingkaran-lingkaran di kanan-kiri, atas dan bawah, mengelilingi gambar. Kami menunggu-nunggu apa yang akan bu guru gambar selanjutnya. “Oh… cuma bulatan… Buat apa bu guru?” Nanda salah seorang teman kami sudah tak sabar lagi. Bu guru masih asyik menggambar. Kami penasaran.
“Baik, anak-anak apa yang kalian lihat di papan tulis?”
“Gambar harimau bu…!”
“Lingkaran-lingkaran…”
“Bulatan-bulatan…”
“Bola-Bola…”
Satu-persatu suara teman-teman memenuhi ruangan kelas.

Ibu guru membenarkan semua jawaban kami lalu menjelaskan bahwa hari ini kami akan belajar mendeskripsikan binatang dengan teknik ‘Peta pikiran“. Gambar harimau yang ditempelkan di papan tulis adalah binatang yang akan kami deskripsikan. Agar proses deskripsi berjalan lancar, kami diajak membuat peta pikiran. Kami bersama-sama memberikan masukan tentang ciri-ciri binatang, mencurahkan semua ide dan gagasan kami ke dalam peta pikiran itu. Bu guru menuliskan ciri-ciri binatang ke dalam lingkaran atau bola-bola itu. Bu guru pun meminta kami untuk menuliskan sendiri pendapat kami di papan tulis. Teman-teman maju dengan pendapatnya masing-masing. Ada yang hampir benar, benar dan hi..hi..hi..ada juga yang salah! Tapi bu guru tetap memberi apresiasi dan membimbing kami ke arah jawaban yang tepat.

Tulisan dalam bola-bola itu dihubungkan dengan garis. Garis lengkung atau garis lurus .Setiap satu bola bisa terdiri dari dua sampai empat anak bola. Tergantung luasnya penjelasan kami. Contoh
• Bola bertuliskan suaranya: anak bola hanya 1 yaitu mengaum

• Bola bertulskan tempat hidup: anak bola ada 2 yaitu: di hutan dan di darat

Akhirnya selesai sudah diskusi kami membuat peta pikiran

Kegiatan selanjutnya kami bersama-sama menuangkan bola-bola tulisan itu ke dalam kalimat. Mendeskripsikan binatang dengan teknik peta pikiran , membuat kegiatan mendeskripsikan binatang menjadi mudah. Kata bu guru teknik itu namanya : Mind Mapping…

Note: Metode Pembelajaran mind mapping diperkenalkan oleh Dr. Tony Buzan , di era tahun 1970 an

Maret 1, 2010

Mengaktifkan Sistim Kerja Otak Korteks dalam Memotivasi Belajar Anak = Menanam Cinta untuk Si Buah Hati

Filed under: Artikel — Ms. Resty @ 7:22 pm

Anak saya susah sekali kalau disuruh belajar. Kalaupun mau, itupun saya paksa. Belajarnya sambil nangis lagi!”
Efektifkah cara anak belajar seperti ini?
Jika anak belajar sambil menangis, marah-marah, melawan dsb itu salah satu ciri ia belajar dengan mengunakan batang otak.

1. Batang Otak
- Letak dekat tengkuk, bagian bawah rambut
- Sering disebut juga reptil ( pinjam istilah bu Ery Soekresno, Psi.)
- Bagian otak ini untuk pertahanan dan perlawanan

Ketika batang otak ( kita sebut saja reptil) ini dipilih anak sebagai jembatan dalam menghidupkan energi belajarnya maka hasil belajar yang diperoleh akan bersifat sementara dengan kata lain sekarang dia ingat, besok lupa lagi atau sekarang dia bisa, besok belum tentu. Anak yang belajar dengan sistim otak ini hanya akan berpikir melawan , bertahan atau kabur.
Cara belajar seperti ini selain tidak efektif juga akan merusak kenyamanan kegiatan pembelajaran itu sendiri. Alhasil tujuan belajar tidak dapat dicapai dengan maksimal.

Ilustrasi
Ibu :ayo belajar!
Anak : Belajar melulu (mengerutu) – menggunakan otak reptil
Ibu : Ibu Bilang belajar! (membentak) – menggunakan otak reptil
Anak : Belajar lagi… belajar lagi… (menangis) – menggunakan otak reptil
Anak dan Ibu melakukan kegiatan belajar dengan suasana tidak menyenangkan ( otak reptil mendominasi)

2. Limbik
- Otak bagian tengah
- Bagian otak emosi
Belajar akan optimal jika sistim limbik ini aktif karena ada pengalaman positif yang dapat menyentuh bagian otak ini. Nyalakan otak sistim limbik ini untuk merangsang belajar dan kreativitas anak!

3. Korteks
- Otak bagian atas
Dengan menghidupkan sistim limbik maka otak korteks pun akan aktif berfungsi menyerap segala hal yang sedang dilakukan/dipelajari. Hasil belajar tidak bersifat temporary tapi menetap, berkesan dan bermakna. Jika kita masih ingat dengan pelajaran sewaktu SD dulu artinya otak korteks lah yang bekerja saat itu karena hasil belajar itu tetap melekat sampai sekarang.
Bagaimana cara mengaktikan limbik dan korteks ?
Hadirkan suasana belajar yang penuh kehangatan, kenyamanan dan cinta.

Ilustrasi:
Ibu : De… ayo belajar nak…
Anak : Belajar melulu, aku kan lagi main bunda… (mengerutu) – menggunakan otak reptil
Ibu : Oke, mainnya berapa menit lagi ya…? – menyalakan limbik
Anak : hmmm… sejuta menit – menyalakan limbik
Ibu :Kalau begitu bunda kasih kesempatan main dulu ya, 15 menit. Setelah itu ade belajar, gimana?-korteks aktif
Anak : Baik bunda- korteks aktif
Bunda : (tersenyum bahagia)
Anak dan Ibu melakukan kegiatan belajar dengan suasana menyenangkan ( otak korteks mendominasi)

***
Wallahu a’lambishowab
Sumber : Seminar STOP kekerasan Pada Anak Melalui Komunikasi & Disiplin Produktif -Narasumber: Ibu Ery Soekresno,Psi ( seorang pendidik, psikolog, konsultan, pengasuh rubrik di NAKITA dan Parents Guide). Ahad, 24 Januari 2010- Al Ikhlas Learning Center

Kelas Kami Yang Full Music

Filed under: Kegiatan Belajar Mengajar — Ms. Resty @ 7:10 pm
Tags:

Kelas-kelas di sekolah kami bukanlah termasuk kelas yang elite . Dengan kursi dan meja berderet rapi milik siswa masing-masing. Kelas kami hanyalah kelas biasa yang dipenuhi pajangan hasil karya anak dan alat peraga buatan sang guru. Kursi dan mejanya pun dari kayu yang ditata perkelompok agar kami dapat bercanda, mengobrol , berdiskusi atau seperti kata bu guru: agar kami bisa berinteraksi dengan teman.
Tapi di kelas kami, setiap harinya selalu terdengar lantunan lagu–lagu. Bukan berasal dari tape recorder yang disetel keras-keras, melainkan dari lengkingan suara anak-anak yang bernyanyi riuh-rendah.
Setelah istirahat atau setiap jeda pelajaran, bu guru mengajak kami untuk bernyanyi bersama. Bu guru menyebutnya ‘ice breaking’ atau ‘energizing. Tujuannya untuk ‘mencharge’ semangat belajar kami. Karena kata psikolog usia kami ini hanya memiliki daya konsentrasi sekitar 15-20 menit. Artinya lebih dari itu kami mulai sulit memusatkan perhatian terhadap materi pelajaran. Kami mulai asyik dengan kegiatan sendiri seperti mengobrol, melamun, jalan-jalan keliling kelas, mengganggu teman atau sekedar mengigit-gigit pensil 2B. Tak jarang kami berkelahi untuk masalah yang menurut kaca mata orang dewasa adalah hal yang sepele.
Salah satu cara untuk mengembalikan perhatian terhadap pelajaran, bu guru mengajak kami untuk menyanyikan koleksi lagu-lagu kesukaan kami. Walaupun sudah duduk di bangku sekolah dasar kelas dua, acara menyanyi bersama tetap menjadi acara yang menyenangkan. Lagu-lagu favorit kami bukan berasal dari penyanyi atau band ternama (sssttttt….sekali-sekali di luar kelas kami menyanyikan lagu-lagu cinta milik orang dewasa .….xixixixixixi…. Begitu derasnya lagu-lagu jenis itu sehingga mau tak mau kami mengkonsumsinya pula. Tapi ………., banyak dari syair lagu itu yang tak kami pahami)
Bermain Layang-Layang, Ampar-Ampar Pisang, Rasa Sayange, Becak, Menanam Jagung, Ayo Bernyanyi, , Bapak Tani Punya Kandang dll adalah sebagian lagu-lagu yang sering kami nyanyikan bersama. Tak jarang pula kami menyanyikan lagu-lagu berbahasa Inggris seperti Good Morning, Old Mc Donald, Little Sunny Water , Table Number dll . Lagu yang berjudul B-I-N-G-O dan Kalau Kau Senang Hati adalah 2 judul lagu yang paliiiiiiiing kami sukai . Lagu itu termasuk ‘the most request’.
Setelah selesai kegiatan bernyanyi bersama, hmmmm….. benar-benar ampuh! semangat belajar kembali mengalir ke dinding-dinding ruang jiwa kami . Bu guru pun dapat melanjutkan pembelajaran.

Ditulis oleh bu guru kami: Resty Rasyid

Komentar (2)

Melatih Guru TK Menjadi ‘ Koki’ Pembelajaran dengan IAI

Filed under: Cerita Sukses — Ms. Resty @ 6:24 pm
Tags:

Pemanfatan multi media dalam dunia pendidikan mutlak digunakan sebagai salah satu tuntutan dalam memenuhi kebutuhan pendidikan. Pembelajaran menggunakan audio merupakan salah satu variasi metode pembelajaran yang digunakan di kelas Taman Kanak-kanak.  Anak-anak usia pra sekolah  yang memiliki ‘ curiosity’  yang tinggi  hendaknya disalurkan dengan menghadirkan pembelajaran yang menarik dan merangsang tumbuhnya kematangan belajar secara optimal.  Pemberian stimulus yang  baik agar tumbuh kembang anak sesuai dengan tugas perkembangannya adalah menjadi tugas guru sebagi salah satu fasiltator di kelas.

Untuk itu guna memberikan pembelajaran yang menarik  dan menyenangkan pada anak ,  para guru Taman Kanak-kanak  sekecamatan Tangerang dengan antusias mengikuti pelatihan pembelajaran dengan menggunakan audio di kelas yang dikenal dengan sebutan IAI (Intruksi Audio Interaktif). Pelatihan ini dilikuti 75 peserta yang terbagi ke dalam 2 gelombang  dari tanggal 18 – 20 Januari 2010 bertempat di PSBG Bengkel Ilmu Tangerang dengan alamat SDN Sukasari 4  Jl. Perintis Kemerdekaan NO. 49 Tangerang.

Dalam pelatihan ini para guru TK dilatih untuk menjadi ‘koki’ pembelajaran yang menyuguhkan sajian pembelajaran dengan mengunakan ‘bumbu’ audio  untuk berinteraksi dengan siswa secara aktif.

Selain mengikuti sesi pembelajaran dengan Audio interaktif  dan menyaksikan bagaimana penerapan program ini pada TK yang telah melaksanakannya yaitu TK Al Amin, para peserta pelatihan juga diajak untuk membuat  Alat Peraga Murah (APM) yang dapat diproduksi sendiri dengan biaya yang minimal tapi menghasilkan kualitas yang maksimal.

Nara sumber pelatihan ini  dari DBE 2  (Desentralized Basic Education – USAID) yaitu : Mbak Okta, Mbak  Rose ditemani  Bpk. H. Iman dan Pak Edih.  Para Pengawas di Kecamatan Tangerang yaitu Bpk. Drs. Sudiirman, Bpk. Edi . S. S.Pd, Bpk.  Drs. Aminto, Bpk.  Drs. Cahyani dan pengawas sekaligus MTT Kecamatan Tangerang Ibu Dra. Hj. Eneng Kustini turut pula memberikan materi di sesi pelatihan ini. Pelatihan ini juga mendapat dukungan penuh dari Kepala UPTD Kecamatan Tangerang Bp. H. Saman, S.Pd. *(Bengkel Ilmu Tangerang)

Ada Pohon Tumbuh di Dalam Kelas!

Filed under: Kegiatan Belajar Mengajar — Ms. Resty @ 4:59 pm
Tags:

Bulan Januari lalu ada hal yang membuat kami kaget plus senang. Di dalam kelas telah tumbuh sebatang pohon. Daunnya yang rimbun serta batangnya yang kokoh selalu menjadi tontonan kami setiap hari. Kami selalu menantikan pohon itu berbuah. Setiap hari kami selalu memperbincangkan bagaimana bentuk buah pohon itu. Setiap hari selalu ada saja anak-anak yang berkerumun di depan pohon . Tak hanya anak-anak perempuan yang menyenangi pohon itu, anak laki-laki pun suka sekali memandangi pohon yang tumbuh di dalam kelas. Bahkan teman kami yang terkenal suka jahil, terpincut juga hatinya untuk sekedar melihat pohon itu dari kejauhan.

Berharap-harap cemas, akankah …..pohon itu berbuah……? Pasti! Demikian ibu guru kami menyakinkan bahwa suatu saat pohon dalam kelas kami itu akan berbuah. Hmmmm……Tentulah akan ranum dan manis rasanya!

Suatu hari tepatnya di hari Senin, ibu guru kami berkata: “Anak-anak pohon ini telah berbuah!” Kami pun bersorak Horeeeeee……!!!! Saling menatap dan bertanya-tanya bagaimana bentuk buahnya. Ibu guru pandai sekali mempermainkan rasa keinginan tahuan kami yang hampir meledak. Kami sudah tak sabar bu guru…..

“Baiklah. Alhamdulillah.., pohon kita ini sudah berbuah. Lihat inilah buahnya!” Bu guru memperlihatkan buah apel yang merah ke hadapan kami.
“Anak-anak, pohon ini telah menghasilkan buah. Siapakah yang telah menghasilkan buah ini? buahnya ada di sekitar kalian. Buah dari pohon ini adalah….” Bu guru berhenti sejenak. Sungguh !, hal ini membuat kami ingin segera mendengarkan lanjutannya.
“Buah dari pohon ini adalah… Sani..!” Bu guru memanggil salah seorang teman kami yang bernama Firsani yang sering kami panggil Sani. Mengapa Sani dipanggil bu guru ke depan kelas? Karena Sani adalah buah pertama dari pohon itu. Seperti yang selalu bu guru katakan pada kami bahwa pohon yang tumbuh di dalam kelas ini bernama ‘POHON KEBAIKAN’. Pohon itu akan berbuah jika kami melakukan perbuatan baik. Bu guru akan memberikan penghargaan kepada teman-teman yang selalu berbuat baik setiap hari yaitu dengan cara menggantungkang gambar buah apel yang ditulisi nama anak yang telah berbuat baik. Kini pohon itu telah berbuah…… Maka buah apel bertuliskan nama Sani tergantung pada salah satu dahan pohon kebaikan. Pohon kebaikan buatan tangan ibu guru yang ditempel di dinding kelas. Sani telah melakukan perbuatan baik yaitu membantu bu guru merapikan kursi-kursi kelas karena kata bu guru masih ada anak-anak yang lupa membereskan kursi setelah belajar. Sani lah orangnya yang dengan senang hati merapikan kursi teman-teman.

Sejak saat itu kami senang sekali menantikan saat-saat pohon itu berbuah. Ternyata bentuk perbuatan baik kami berbeda-beda. Ada yang selalu tertib saat belajar, rukun dengan teman, membuang sampah pada tempatnya dll. Dan yang lebih penting lagi, sejak saat itu kami berlomba-lomba dalam berbuat kebaikan.

Ditulis oleh Ibu guru kami: Resty Rasyid

Januari 22, 2010

Hello world!

Filed under: Uncategorized — Ms. Resty @ 12:43 am

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Tema: Rubric. Blog pada WordPress.com.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.